Total Tayangan Halaman

Selasa, 16 Oktober 2012

Senang bermain game-game RPG? Atau bermain game-game yang bertemakan ‘medieval’? Nah, pasti kalian tidak asing dengan yang namanya pedang, salah satu senjata yang populer dan lazim digunakan dalam pertempuran, sebelum ditemukannya senjata api. Well, pada tulisan kali ini, saya akan menceritakan tentang benda-benda tajam itu, dengan memfokuskan pada pembahasan pedang era medieval, hingga menyinggung sedikit ke era Renaissance.
Tapi, sebelum saya membahas mengenai istilah-istilah pedang Eropa, mari saya jelaskan dulu 2 bagian utama yang membentuk sebuah pedang Eropa.

1. Blades
Blades adalah bagian bilah besi yang membentuk sebuah pedang ini sendiri. Blades sendiri memiliki 2 bagian besar, yakni ‘forte’ dan ‘foible’. Forte adalah bagian yang paling dekat dengan pegangan pedang, dan merupakan bagian paling kokoh dari pedang itu. Karena kekuatannya itu, forte dipakai untuk menahan serangan lawan. Sedangkan foible adalah bagian yang paling jauh dari pegangan pedang, dan terdekat dari ujung pedang. Bagian yang tajam, dan biasanya digunakan untuk memotong.
Pada beberapa desain pedang, ditemukan pula bagian yang disebut fuller. Well, bagian ini digunakan untuk membuat pedang lebih ringan bobotnya, namun tanpa membuat pedang ‘bengkok’ saat dipakai. (fuller bukan bagian untuk ‘mengalirkan darah lawan keluar dari tubuh’ – ini mitos)
2. Hilt
Hilt, atau bagian pegangan dari pedang juga terbagi-bagi lagi ke dalam beberapa section yang lebih kecil. Yang paling dekat dengan bilah besi disebut crossguard – pembatas antara bagian hilt dengan blades, dan melindungi tangan pengguna. Crossguard memiliki beberapa varian bentuk.
Setelah itu, ada bagian yang disebut grip – bagian inilah yang digenggam oleh pengguna pedang. Lalu, dibagian paling ujung dari hilt, kalian bisa melihat bagian yang disebut ‘pommel’. Bagian ini juga tampil dengan beragam variasi bentuk, dan berfungsi sebagai penyeimbang berat pedang.
Well, saya pernah mendengar mitos yang mengatakan bahwa ‘pedang medieval Eropa itu nda tajam, tumpul’. Hmm, berkebalikan dengan mitos yang beredar (entah dari mana datangnya itu mitos), pedang medieval Eropa sendiri tajam. Namun, untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda, maka pedang medieval adapula yang dibuat tidak tajam.
Pedang yang tajam memang digunakan dalam pertempuran yang sesungguhnya. Namun, dalam kegiatan latihan, maka digunakan pedang yang sisi bilah besinya lebih tumpul dan lebih aman dipakai ketimbang memakai pedang yang bersisi tajam. Dalam kegiatan re-enactment modern (reka ulang sejarah), pedang-pedang medieval yang tumpul ini juga lebih aman dipakai oleh peserta

Nah, setelah mengenal bagian-bagian pedang itu sendiri, mari saya ajak kalian untuk mengenal bentuk-bentuk pedang. Nah, kalian pasti akrab kan dengan sebutan ‘greatsword’, ‘broadsword’,’long sword’, atau ‘short sword’. Wah, suka main game RPG atau game medieval, tapi tidak kenal dengan istilah ini? Tidak mungkin, dong. Haha. Tapi, tahukah kalian bahwa ternyata sebutan-sebutan tersebut agak salah kaprah, dan salah satu ‘oknum’ yang menyumbang salah kaprah ini adalah… game RPG itu sendiri? (well, game RPG bukan satu-satunya oknum yang menyumbangkan salah kaprah ini, kok. Kurator pedang dan entusias pedang modern kadang juga menggunakan istilah ini, dan malah membuat kerancuan yang agak membingungkan)
Sebutan-sebutan di atas, sebetulnya bisa mengacu pada ukuran bilah pedang, panjang pedang, atau tolak ukur lainnya. Namun, pedang-pedang Eropa sebetulnya memiliki istilah-istilahnya yang lebih khusus sendiri, yang akhirnya dibuat ‘salah kaprah’ dengan sebutan greatsword dan teman-temannya itu. (misalnya claymore yang salah kaprah disebutsebagai greatsword)
Ada banyak sekali nama atau istilah untuk pedang Eropa, namun saya pilihkan beberapa istilah yang cukup familiar, dan setidaknya bentuknya juga cukup dikenal.
1. Arming Sword

Istilah umum untuk menyebut semua pedang yang dibawa oleh prajurit atau ksatria – pedang yang menggantung di sabuk. Arming sword biasanya pedang yang bagian ‘blade’nya berbentuk lurus, dan merupakan pedang yang bisa dipegang dengan satu tangan.
2. Bastard Sword
Istilah yang dipakai untuk menyebut pedang dari abad 15-16. Pedang ini cukup ‘unik’, karena bisa digunakan dengan satu tangan, sekaligus juga dengan dua tangan. Bagian bilah besinya yang tajam berukuran hampir sama dengan pedang satu tangan, namun karena keunikan dibagian hiltnya, Bastard Sword mampu digenggam satu atau dua tangan.
3. Broadsword

Broadsword adalah istilah yang dipakai untuk menyebut pedang dari abad ke-17, dan memiliki bentuk ‘hilt’ yang disebut ‘basket hilt’ – bentuk ini melindungi tangan pengguna pedang. Sekilas mirip dengan ‘rapier’, namun bilah besi broadsword lebih tebal ketimbang rapier yang bilahnya lebih tipis. Broadsword dapat dikategorikan menurut bentuk hiltnya, seperti Walloon, pallasches, atau schiavonas
4. Claymore

Claymore adalah istilah untuk pedang-pedang dari Skotlandia pada abad 15 hingga awal abad 17. Claymore merupakan pedang yang digenggam dengan dua tangan, bilah besinya lurus panjang, dan bentuk crossguardnya cukup unik dan khas.
5. Flamberge

Flamberge aslinya adalah nama yang diberikan oleh Renaut de Montauban kepada pedangnya. Well, tapi kadang flamberge disalah-artikan dengan pedang dua tangan yang memiliki bilah besi bergelombang seperti api – pedang dengan bilah besi bergelombang ini aslinya disebut flambard, atau flammard.
6. Falchion
Falchion adalah pedang Eropa yang bentuknya mirip dengan pedang scimitar. Yang sangat membedakan falchion dengan pedang Eropa lainnya adalah bentuk bilah besinya. Bilah besi Falchion berbentuk melengkung, memiliki satu sisi tajam, dan dipegang dengan satu tangan. Pedang yang merupakan favorit di era Perang Salib pada abad 12-13
7. Katzbalger

Katzbalger adalah arming sword dari era Renaissance. Katzbalger memiliki ukuran yang tidak teralu panjang, kurang lebih 75–85 cm, dan berbobot sekitar 1–2 kg. Yang membuat Katzbalger unik adalah bentuk crossguardnya yang seperti huruf ‘s’, atau angka 8.
8. Rapier

Rapier adalah pedang yang memiliki bagian hilt yang didekorasi dengan rumit, dan mempunyai bilah pedang yang tipis. Rapier adalah senjata yang enak dipakai untuk menusuk, ketimbang untuk memotong. Rapier memiliki berat yang lebih ringan, ketimbang arming swords. Rapier dikenal dari abad 16 hingga 17.
9. Zweihander

Zweihander adalah sebutan untuk pedang dua tangan yang memiliki ukuran ekstra panjang – kurang lebih 1,5 meter hingga 2 meter. (walaupun panjang yang lebih umum adalah kurang lebih 1.5 meter). Untuk menggunakan Zweihander, penggunanya harus memanfaatkan kedua tangannya. Pedang ini dipakai sekitar abad 15 hingga 16. Namun pada abad 17, Zweihander dipakai pada kegiatan-kegiatan yang bersifat seremoni, ketimbang untuk pertarungan.
Penutup
Masih banyak jenis-jenis pedang Eropa yang mungkin belum saya bahas pada tulisan kali ini. Well, mungkin pada kesempatan mendatang, saya akan membahas lebih banyak jenis-jenis pedang Eropa lainnya.

http://www.gamexeon.com/sekilas-mengenai-european-medieval-sword/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar